blog visitors

Dada Besar Titi Dwijayati -2

susu dwijayati titi Aku belum puas juga menyetubuhi Titi Dwijayati yang luar biasa montok dalam tindihan di atas meja, tubuhnya benar benar sangat menggairahkan, kami istirahat sejenak, namun aku kehilangan pandangan ketika lobang tempat Ruth Sahanaya dan KD mengintip, entah kemana mereka lenyapnya. Aku langsung menarik tubuhku dari menindih Titi Dwijayati yang masih menata nafasnya, aku kemudian turun dari meja, kuambil celana dalam Titi Dwijayati yang tergeletak di lantai itu, kulap kontolku yang berlendir kental itu, habis itu kupakai semua pakaianku dengan cepat, selepas itu langsung keluar ruangan, tapi aku terlambat ketika membuka pintu studio itu Ruth Sahanaya sudah pergi ke luar halaman studio yang kudapatkan justru KD yang sudah berada dalam mobil dan menginjak gasnya pergi. KD hanya melambaikan tangannya, aku hanya menggeleng geleng, berarti aku kini harus menggarap Titi Dwijayati lagi, aku kemudian masuk lagi, kukunci ruangan depan studio itu, lalu menuju tempat di mana Titi Dwijayati sedang kesal karena celana dalamnya penuh dengan lendir.
“Kamu ini gimana sih .. masak celdamku buat ngelap kontolmu “ sungut Titi Dwijayati dengan kesal, kulihat Titi Dwijayati sendiri sudah berpakaian rapi tinggal celana dalamnya dimasukan ke dalam tasnya, aku menjadi konak kembali melihat kesintalan diva ini, aku tak menjawab aku langsung membuka bajuku, sedangkan Titi Dwijayati membelakangi aku, kulepas juga celanaku sehingga aku kini telanjang bulat, kupeluk tubuh montok Titi Dwijayati sehingga menjadi kaget
“Sudaah Haan .. ntar malam aja “ sahut Titi Dwijayati dengan menepis tanganku yang sudah meremas gunung kembarnya
“Kita berdua saja kok Mbak .. KD dan Uthe dah pergi .. aku pengin ngawinin lagi Mbak Titi “ sahutku dengan erat memeluknya, Titi Dwijayati justru malah mencoba berontak
“Sudaaaaah aaaaaaah “ elak Titi Dwijayati lagi dengan kuat, kutempelan kontolku di belahan pantatnya, kontan Titi Dwijayati melotot.
“Kamu aaaah .. sudah telanjang ya .. aduuuh .. jangan donk “ elak Titi Dwijayati lagi, kulepas dekapan itu dan kudorong punggungnya, Titi Dwijayati kemudian membalik badannya, tangannya langsung memegang mulutnya melihat kontolku sudah ngaceng keras, kepalanya menggeleng geleng
“Haaan sudaah yaa .. aku mau pulang “ sahut Titi Dwijayati dengan cuek, namun aku tak menyerah
“Mbak .. .. di ruangan sebelah kanan ada kamar .. mari Mbak .. aku pengin kontoli Mbak Titi penuh dengan kemesraan “ ajakku dengan menarik tangan Titi Dwijayati yang justru malah gemetar
“Tapi Han “ ucap Titi Dwijayati dengan penuh keraguan, namun tatapan matanya tak pernah lepas dari kontolku itu.
“Sudahlah Mbak .. kita cari enaknya saja .. “ rayuku dengan menarik tangannya itu, Titi Dwijayati tidak menolak, kurengkuh tubuhnya dan kuhujani dengan lumatan, lumatan itu pun dibalas dengan rakus oleh Titi Dwijayati, tangannya makin agresif meremas kontolku
“Sssssssssssssssssh hhhhh sssssssshhh “ desis Titi Dwijayati ketika lepas dari lumatanku, aku menarik lagi dan kurangkul, aku merangkulnya dan mengajaknya keluar dari ruangan yang di mana aku telah menyetubuhi Titi Dwijayati di meja, kubuka pintu dan kami berjalan menuju ke sebuah kamar di studio itu, kubuka dan kudorong tubuhnya
“Saatnya kita bercinta dengan penuh kenikmatan Mbak .. aku pengin menyetubuhi Mbak Titi di ranjang “ ajakku tak sabaran dengan menutup kemudian melucuti pakaian Titi Dwijayati itu, dari baju dan roknya, kulepas juga branya, buah dadanya yang besar itu sampai membuatku semakin buta
“Tolong deh Han .. aku nggak kuat melawan kontolmu “ keluh Titi Dwijayati dengan wajah menunduk. Ku dorong tubuhnya sehingga langsung terjengkang ke ranjang dengan paha membuka lebar, aku naik ke ranjang dan langsung kutindih tubuhnya, kuremas buah dadanya sepuas puasku
“Haaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. pelaaaaaaan aaaaaaaaah “ sergah Titi Dwijayati di telapak tanganku yang sedang meremas buah dadanya itu
“Pengin kontolku bermain di susumu Mbak “ pintaku dengan melumat bibirnya
“Oh my God .. sayaaaaaaang aaaaaah .. aaaku pengin ngemut kontolmu lagi “ balas Titi Dwijayati dengan gemas memelukku dan kemudian menggulingkan aku.
“Luar biasa Haan .. yuk .. nggak apa .. segera kontoli aku lagi “ ajak Titi Dwijayati dengan duduk mengangkangi aku, kuremas kembali buah dada besar itu, kurasakan tangannya terlalu kecil untuk ukuran buah dada Titi Dwijayati. Disibakannya rambut yang tergerai panjang itu, kusaksikan keindahan tubuh wanita ini.
“Mbak .. Bawain aku Mbak Uthe yaaa .. aku pengin menggenjot dia “ rajukku manja
“Enak aja .. .. “ goda Titi Dwijayati dengan gemas dan kemudian turun dari selakanganku duduk di samping pinggangku
susu titi dj Habis duduk itu Titi Dwijayati kemudian menindihku, memberikan lumatan rakus padaku, kami bertaut bibir dengan rakus, bibirku disedot dengan kuat, dan kami pun saling bermain lidah, lidah Titi Dwijayati menjulur dan bertemu dengan lidahku, tangan kiri Titi Dwijayati memegang kontolku yang ngaceng, tak mau lepas bermain dengan kontolku, kontolku dikocok kocok dengan ringan,sedang bibir kami masih saling bertaut penuh birahi.
“Mmmmmmmmmh … ssssssssssssshh hhhhh “ desisku merasakan nikmatnya kami bermain lidah.
“Sayaaaaaaaang aaaaah … silakan mainkan kontolmu di belahan dadaku “ ajak Titi Dwijayati dengan tiduran di sampingku, kemudian memegang kedua bukit kembarnya itu. Aku langsung saja bangun dan kemudian mengangkangi Titi Dwijayati dengan posisi di atas dadanya, aku mengarahkan kontolku berada di belahan buah dada, kedua tangan Titi Dwijayati yang memegang buah dada itu dilonggarkan
“Ayo sayaaaang .. sini kontolmu taruh di belahan susu Mbak Titi “ ajak Titi Dwijayati dengan tersenyum padaku. Pelan pelan kontolku kutempelkan di tengah buah dada itu, Titi Dwijayati kemudian memegang kedua bukit kembarnya itu menekan ke kontolku
“Oh .. Mbak .. enak juga susumu .. tekan yang kuat ya Mbak .. “ ajakku dengan merasakan nikmatnya dijepit benda kenyal nan hangat itu, habis kontolku ditekan kurasakan hangatnya lebih lagi, lalu aku kemudian memaju mundurkan kontolku
“oh saaayaaaang .. kontolmuu nakaaaaal aaaaaaaah .. uuh .. enakanya .. gesekannya aku suka sayaaaaaaaaaang “ puji Titi Dwijayati dengan tersenyum padaku
“Gimana kalo aku sering ngentotin Mbak Titi “ kataku disela sela aku memajumundurkan kontolku dijepit kedua bukit kembar besar nan kenyal
“Aaaaaah .. bisa ketahuan pasanganku sayaang .. tapi … aku pengin digenjot memekku lagi “ ajak Titi Dwijayati dengan tersenyum padaku
“Sabaar Mbaaaaak aaaaaaaaaaaaah .. enaaaknya gesekan di susumu benar benar nikmaaat .. jilat kontolku Mbaaak “ ajakku dengan memajukan kontolku lebih dekat ke mulutnya, lidah Titi Dwijayati menjulur dan menjilati kepala penisku, diremasnya buah dadanya sendiri itu.
“Susumu enaak Mbaaak . aku suka sama susu Mbak Titi .. Titi Dwijayati memang moi … divaku sayaang .. entar deeh .. aku pengin merasakan kekenyalan susumuu “ kataku dengan puas maju mundur lagi, kurasakan gesekan kedua bukit kembar itu sangat hangat, Titi Dwijayati hanya tersenyum saja melihatku senang maju mundur di belahan buah dadanya itu.
“Sudah belum sayaaaaaaaaaaang ?” tanya Titi Dwijayati yang di mana aku malah merem melek keenakan. Kontolku masih maju mundur di belahan buah dadanya itu, kurasakan nikmatnya gesekan halus tanpa mentok terbentur seperti dalam memeknya. Kusudahi semua itu.
“Sekarang buka mulut Mbak Titi .. “ ajakku, aku kemudian mengangkat selakanganku dan kuarahkan kontolku masuk mulut Titi Dwijayati, Titi Dwijayati tersenyum.
“siapa ndak doyan kontol besaaar “ sahut Titi Dwijayati dengan membuka mulutnya lebar lebar
“Ya .. rasakan saja kontolkuuu .. “ kataku dengan memasukan kontolku dalam mulut, Titi Dwijayati kemudian memegang kontolku, dengan gemas kontolku disedot dengan kuat
“Aaaaaaaaaaaaauh Mbaaaaaaaaak aaaaaaaaaaaaah enaaaaaaaaaaaaaaaak “ erangku merasakan sedotan dari dalam mulut Titi Dwijayati itu, kurasakan giginya bersentuhan dengan batang kontolku, aku bak merasa di garuk dalam mulutnya, dengan rakus Titi Dwijayati mempermainkan kontolku keluar masuk, kusaksikan Titi Dwijayati sangat rakus bermain dengan kontolku itu.
“Pindah posisi Mbak aaaaaaaaah . “ ajakku dengan menarik kontolku, aku tidak tahan melihat memek Titi Dwijayati yang membasah itu, aku kemudian duduk di sampingnya, Titi Dwijayati kemudian menyamping dengan tiduran bertumpu pada pinggangnya,
“Buka memek Mbak Titi “ ajakku, Titi Dwijayati pun membuka pahanya, diangkatnya kaki kanannya, sehingga tanganku langsung mengelus memeknya itu
“Haaaaaaaan aaaaaaaaah .. kamu nakaaaaaaaal “ semprot Titi Dwijayati ketika tanganku sangat nakal mengelus elus dan menekan lubang memeknya itu.
“Aku nggak tahan pengin ngontoli Mbak Titi … ayoo emut kontolku sayaaaaaaaang “ ajakku, Titi Dwijayati langsung kembali bermain dengan kontolku, kali ini Titi Dwijayati dengan rakus menjilati kontolku, terkadang jilatan itu berhenti karena aku langsung mencolekan jariku masuk memeknya
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh Haaaaaaaaan .. nakaaaaaaaal aaaaaaaaaah … lagi sayaaaaaaaang “ erang Titi Dwijayati yang kemudian keenakan sambil menjilati kontolku matanya terpejam, lidahnya naik turun menjilati kontolku.
Kulebarkan daging yang menutup lubang memeknya itu dengan jari jari tanganku, ringgisan demi ringgisan terlihat dari bibir Titi Dwijayati
“Uuuh sayaaaaaaaaang .. kamu nakaaaaaaaaal sekaaaaaaaalii .. pleaseee .. aaah jadi nggak tahan disodok sodok sayaaaaaaaaaaang “ sahut Titi Dwijayati dengan membuka matanya. Kutahan kepalanya itu aku kemudian langsung mendorong kakinya yang menjulang itu sehingga kini Titi Dwijayati rebahan, aku langsung menjilati dan menyedot memeknya
“Ya Tuhaaaan aaaaaaaah enaaaaaaaaknya . teruuuuuus sayaaaaaang … aaaaaaaaaaauh .. “ lenguh Titi Dwijayati merasakan jilatanku yang nakal itu menyibak lubang surgawinya, klitorisnya aku sentil sentil, namun aku lebih tertarik melebarkan memeknya itu, kumasukan lidahku, setiap aku menjilati bagian dalamnya itu, tak henti hentinya Titi Dwijayati menjerit, mendesis dan mendesah menambah panasnya birahi kami.
“Sudaaaaaaaah Haaaaaaaaan .. sudaah sayaaaaang .. segera coblos memekku “ sergah Titi Dwijayati dengan menahan kepalaku. Aku mengalah, kemudian kudorong tubuhnya agar membelakangi aku.
Titi Dwijayati kemudian membuka pahanya, kaki kirinya naik, aku kemudian menyelusupkan tanganku masuk lewat lehernya dan memegang buah dadanya sebelah kiri, kumajukan kontolku, tangan Titi Dwijayati memegang kontolku dan diarahkan ke lubang memeknya
“Tahaaan ya Haaan .. sekaraaang tekaaaaaaaaan “ Titi Dwijayati memberikan perintah, kutekan kontolku, kulihat Titi Dwijayati sampai memejam merasakan desakan kontolku membelah memeknya
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh uuuuuuuuuuh .. sesaaaaaaaak “ lenguh Titi Dwijayati tidak tahan merasakan desakan kontolku yang mulai masuk itu.
“Memek Mbak Titi .. aaaaaaaaaah . enaaaaaaaaaaak “ sahutku dengan gemas memutir punting buah dadanya, Titi Dwijayati sampai menjerit kecil
“Tenggelamin dulu, sayaaaaaaaaang “sahut Titi Dwijayati dengan menarik kontol, kutekan kontolku masuk lebih dalam, kurasakan kontolku mulai terjepit memeknya, Titi Dwijayati seakan memaksa kontolku cepat cepat tenggelam, kutekan berulang ulang
“Sssssssssssssssh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. “ erang Titi Dwijayati keenakan dengan merem melek itu, tubuh kami sudah penuh dengan keringat birahi.
susu montok titi dj dwijayati “Kalo minta dikontoli jangaaaan aaaaaaaaah .. bilang ajaaaaaa “ sahutku merasakan remasan dinding memek diva ini, penisku serasa diremas luar biasa dalam memeknya, tinggal sedikit lagi kontolku lenyap ditelan lembah kenikmatan berlubang milik diva Indonesia ini.
“Saaaaaayaaaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. uuuuuuuuuuuh ssssssssssshh sssssssssh .. memeekuu aaaaaaaaaaaaaah enaaaaaaaaaaaaaaaaaaak .. teruuus sayaaaang .. aaayoo genjot Mbak Titi .. ayo sayaaang .. segera kamu maju mundur “ ajak Titi Dwijayati dengan melenguh tak karuan itu, aku kemudian langsung memajumundurkan kontolku
“Ya aaaaaaaaaah aaaaaaaaaaah .. enaaaknya ooh .. aku suka sama Mbak Titii “ erangku dengan menggenjot baju mundur, kupeluk tubuhnya dan kuremas kedua bukit kembarnya, Titi Dwijayati semakin menggeliat tak karuan, genjotan demi genjotan itu sampai membuat Titi Dwijayati tak karuan dadanya pengin montang manting, buah dada besar itu menjadi area permainanku selain kontolku lancar keluar masuk memeknya
“Sayaaaaaaaang aaaaakuu aaaaaah nnngggaak kuaaaaaaaaaaaat .. ayoo sayaaaaaaaang .ceepetaaaan “ sahut Titi Dwijayati dengan mata terpejam, menit demi menit genjotanku sampai membuat Titi Dwijayati tergoncang goncang, kami berdua dalam posisi setengah menyamping itu, dari belakang kontolku keluar masuk memeknya, kupegang kakinya namun tangan kananku tetap meremas buah dadanya
Kurasakan kontolku nikmat sekali tergesek dinding memeknya itu, kugenjot lebih cepat, Titi Dwijayati pun mengikuti gerakanku
“Saaaaayaaaaaang aaaaaaaaaaaaauh dikit laaaaaaaaaaagi .. aaaaaaaaaaaauh teruus sayaaang .. Mbak Titi maaau sampaaaaai sssssssssssssh ssssssssshhh hhhhh “ desis Titi Dwijayati tak karuan, kini matanya terpejam erat merasakan sodokanku keluar masuk memeknya, aku kemudian berhenti menggenjotnya, aku bangun tanpa melepas kontolku, kutarik kaki kananku dan aku berposisi duduk, kutekan kakinya agar menjepit kontolku lebih erat, kutahan nafasku sejenak, kemudian kuangkat kaki mulus milik diva Indonesia ini, posisi Titi Dwijayati juga masih tiduran dalam posisi miring, kutarik pantatku dan kusodok lagi
“Addduuuh sayaaaaaaaang enaaaaaknyaaa . ayoo sayaaaang aaakuu aaaaaaah aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssshh .. “ erang Titi Dwijayati tak karuan akan genjotanku yang cepat, Titi Dwijayati sampai menyibakan kepalanya ketik kepalanya naik sedikit, kugenjot dengan cepat, tak lebih dari tiga menit akibat genjotanku yang cepat itu, Titi Dwijayati sampai menahan ke perutnya
“Sudaaaaaaaaah sudaaaaaaaaaah aaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ jerit Titi Dwijayati dengan keras merasakan kesakitan kontolku menghujam keluar masuk memeknya, tangan kiri Titi Dwijayati sampai meremas sprei sekuatnya, genjotan demi genjotan itu sampai membuat memek personel dari 3 Diva ini menyempit dengan cepat
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang Titi Dwijayati dengan menegang kaku, kugenjot dengan mantap dan Titi Dwijayati mendapatkan orgasmenya, kurasakan dari memeknya kembali mengucur cairan panas membasahi kontolku, tubuhnya kemudian berkelonjotan, wajahnya kusut masai penuh keringat, kudiamkan kontolku itu dalam memeknya, kupeluk dan kugulingkan sehingga tubuhnya menindihku dengan posisi rebahan, berat juga bobot artis montok ini, kupeluk Donna Agnesia kupegang kedua bukit kembarnya dan kuremas pelan pelan, rambutnya yang panjang sampai menutupi kepalanya. Kudiamkan sejenak, tangan Titi Dwijayati sampai mengelus elus bagian atas memeknya yang menggelembung dimasukin kontolku
“Sayaaaaaaaaang aaaaaaaaaaaah .. rasanyaa .. enaaaaaaaak .. tahaaaaan sayaaaaaaaang “ ucap Titi Dwijayati dengan suara mendesah
“Ya Mbaaaaaaaaak “ sahutku pelan sambil mencium pipinya itu
“Istirahat dulu .. hari ini Titi Dwijayati milikmu .. puasin aku ya Han .. sampai aku nggak kuat lagi .. kontoli aku di sini sajaaaaaaaaaa .. ntar .. Mbak Titi pengin numpakin kamu .. aku pengin kita berdua saling berpeluk dan aku yang diatas mendudukimuuu “ sahut Titi Dwijayati dengan gemas
“Tenang Mbaaak .. enaaak ya kontolku ?” tanyaku
“Enaaaaaaaaak sayaaaaaaaaaang .. ntar aku akan racun Uthe .. kontoli dia ya “ gurau Titi Dwijayati dengan gemas.

0 komentar:

Poskan Komentar