blog visitors

Ngentot Tina Talisa (2)

Menyodoki Dan Menggenjot Tina Talisa (2)

Kisah hubunganku dengan presenter cantik ini berlanjut, kami melakukan percintaan di Villa milik Tina Talisa di pinggiran kota Jakarta, percintaan kami berakhir pada sore hari karena malamnya Tina harus ke kantor.

Aku datang ke villa itu sekitar jam satu siang disambut oleh Tina sendiri yang membuka pintu gerbang dan menyuruh langsung ke garasi, aku memarkir mobilku langsung masuk garasi, keluar dari mobil aku langsung disambut dengan pelukan dan ciuman bibir.

“Han ..sayang”

“Tina .. sayangku ..”

Tina memakai daster, keseksian dan kemontokan tubuhnya tercetak jelas di dasternya yang tipis tanpa menggunakan BH karena putting susunya tercetak pada daster.

“Kau nggak make BH ya Tin .. “ ujarku

“Biar kau terangsang … “

“Kau nakal juga Tina …”

“Kau juga .. “ ujarnya balas sambil meremas penisku yang sudah ngaceng sejak berangkat dari kantor Alfan.

Aku dibawanya ke ruang tamu, kutarik tali dasternya dan dada Tina Talisa terbuka, buah dadanya yang montok membuatku gemas meremas-remasnya.

“Sabar sayang …..”

Tak sampai di situ, ternyata Tina tidak memakai celana dalam, rambut di kemaluannya terlihat jelas dan tanganku pun meraba kemaluan Tina Talisa.

“Aku nggak tahan melihat kemontokan tubuhmu Tina … “ ujarku semakin berani meremas bokongnya yang seksi.

Tina tertawa keras dan semakin genit.

“Kita ada waktu sampai jam 6 sore .. sayang … “

Aku disuruh duduk di sofa dan Tina duduk di pangkuanku, duduknya sungguh membuat penisku tersiksa karena tertindih bokongnya.

“Auhhhhh … “

“Kenapa sayang ?” tanyanya manja

“Adiku kau jepit dengan bokongmu … sakit rasanya …”

Tina tertawa merdu

“Biar … penismu nakal banget ..” ujarku genis sambil melumat bibirku penuh nafsu. Aku meladeni permainan bibirnya. Tina membuka kancing kancing bajuku. Lalu membuka bajuku dan melepaskannya.

Kubuka dasternya agar bagian tubuhnya terlihat lebih jelas. Lalu aku bermain dengan putting susunya yang sudah mencuat karena terangsang gairah nafsu.

“cruuuup …” …

Aku bermain di puting buah dada Tina Talisa, sedang tangan satuku meremasi buah dada sebelah kirinya, Tina memberikan sensasi dengan meremas-remas kepalaku

“Oh … enaknya … terus … sayang .. terus ….” Ujarnya sambil mendesis tak karuan, kuputar tubuhnya dan kutindih di sofa sambil melumat bibirnya. Sungguh hiperseks juga wanita ini.

Kutarik dasternya dan kubuang ke lantai.

“Tidak ke kamar sayang … ?”tanyanya sambil membuka resluiting celanaku dan menarik celana panjangku.

“Jangan dulu … aku ingin bermain denganmu di sini, sayang ..”

Aku berdiri dan kubuang celana panjangku dan kini aku hanya menggunakan celana dalam saja, belum sempat membuang celana panjangku Tina langsung menarik celana dalamku dan penisku mengacung keras keatas.

“Kau benar-benar jahil Tina ..”

“Ketularan kamu ..” ujarnya sambil memegang penisku dan dikocoknya.

Aku dalam posisi berdiri dan Tina duduk, penisku langsung saja dijilati dengan bibir seksi Tina Talisa.

“Crooop “

“Au … enak Tina … “ujarku sambil meremas buah dadanya. Kutarik kepalanya agar melepaskan kuluman pada penisku dan aku kembali duduk di depan Tina Talisa.

Begitu aku duduk penisku pun kembali langsung dikulum lagi oleh Tina Talisa. Aku kembali mendesis tak karuan atas kuluman penisku di mulut Tina Talisa. Tanganku menggerayangi buah dadanya dan meremas-remasnya. Erangan Tina Talisa bercampur mengulum penisku hanya menimbul suara yang semakin membuatku bernafsu untuk semakin menggumuli istri kesepian ini, kuelus elus punggung yang mulus dan sesekali kuremas bokongnya.

“Sudah .. sayang .. gantian aku mengerjaimu .. lama-lama aku bisa muncrat lho “

Tina menghentikan kuluman pada penisku dan kembali melumat bibirku. Kami bermain bibir sampai sepuas-puasnya, kutindih tubuh itu disofa. Kepalaku turun dari bibir menuju buah dadanya, menjilati perutnya dan turun ke selakangannnya. Vaginanya yang sudah becek membuatku semakin bernafsu untuk mengerjainya.

Tina mendesis dasyat ketika aku mulai menjilati dan sesekali memasukan lidahku ke dalam lubang sorgawinya.

“Oh … sayang ….. lakukan … oh … nikmatnya lidahmu … terus “

Aku menjilati dan mengerjainya kubangnya, aku bermain disitu dengan tanganku meremas-remas kedua buah dadanya, sedang Tina meremasi kepalaku, kedua kakinya mengangkang. Bongkahan paha seksi putih mulus itu mulai menjepit kepalaku.

“Terus sayang .. terus … enak …”

Kelentitnya aku jilat jilat dan sesekali kusedot

“Auuuuuuuuuuuuuuuu …. Aku … sayang ….. ah..”

Tina menggelinjang bak cacing kepanasan, kepalanya berputar kanan kiri, matanya merem melek hanya terlihat memutih menahan sensasi kenikmatan jilatan lidahku pada vaginanya.

Teriakannya yang keras membuatku bernafsu agar dia mengalami orgasme duluan, tak ayal, tak lama lagi Tina semakin keras mendesis dan melenguh. Lolongan dari mulutnya meluncur deras ketika mencapai puncak orgasme.

“Aku … nggak tahan .. sayang …. “ ujarnya lemas ketika memuncratkan air maninya dan membasahi sofa itu., kubiarkan dia menikmati orgasmenya sambil sesekali aku meremas buah dadanya dan sesekali mengulumnya.

“Beri aku istirahat sebentar saya … “

Ku elus pahanya yang mulus dan berisi itu untuk memberikan rangsangan. Kubuka kedua kakinya dan aku maju untuk memasukan pensiku.

“Pelan-pelan sayang …”

Penisku kumasukan ke dalam lubangnya dan Tina membantu penisku memasukan,

“Tarik lagi sayang … punyamu terlalu gede ..” ujarnya genit

“Sialan kau Tina ..”

“Ayo dorong lagi” aku mendorong penisku dan mulai masuk mili demi mili dan aku menarik pelan dan kembali mendorong ke depan dan pelan pelan aku mengulagi, setelah dirasa masuk aku langsung menyodoknya keras agar amblas ke dalam lubang memek Tina Talisa

Jeritan kecil kami bersamaan ketika penisku amblas ke dalam lubangnya, jepitan pada penisku mengurut-urut dan membuatku penisku semakin panas.

“Enak ya sayang ..?” tanyanya sambil memandang sayu kepadaku

“Enak sekali Tina .. “ujarku sambil memegang kepalanya dan aku kembali melumat bibirnya

“Sodokin aku ….sayang ..”

Aku langsung melakukan perintahnya, kusodok wanita itu dengan penuh semangat dengan intonasi 1:5, kutindih wanita itu di sofa, kugenjot Tina Talisa, presenter dambaanku. Persenter yang alim di depan tv namun sangat liar urusan ranjang dan haus akan seks.

Kami memacu tubuh kami siang itu, hawa ac yang dingin tidak kami perdulikan, cucuran keringat membasahi kami, Tina menekan bokongku dan membantu sodokanku

Tubuhnya yang seksi penuh keringat itu membuatku bernafsu untuk semakin menuntaskan klimaks

“Aku mau keluar ..sayang … Oh … betapa kuatnya kamu ..”

Kupacu tubuhku lebih cepat, tubuh Tina Talisa bergoyang tak karuwan, kepalanya bersandar pada sandaran tangan sofa panjang itu, kupacu terus tubuhnya dengan sodokan yang lebih keras

“Oh ……….. aahhhhhhhhhhh ….. aku keluar …………” desis Tina penuh nafsu. Tubuh Tina Talisan langsung melemas ketika mendapatkan orgasme, kuremas buah dadanya untuk menambah sensasi orgasmenya, Tina terkapar dengan aku menindihnya. Kuhentikan sodokanku ketika Tina lemas tak bertulang.

“Gila kau Han … kau membuat aku ketagihan “

“ Hmmm ..”

“Berapa wanita yang pernah kau tiduri Han ..”

“Baru 3 ..sayang ..”

“Siapa …?”

“Ya .. sama saja … sebayamu yang sudah menikah Tina… “

“Kau nakal juga mengganggu istri orang ..”

“Kau senang kuganggu Tina ?” pancingku nakal

“Aku nggak merasa diganggu sayang .. justru malah dipuasi dahagaku ..” ujarnya genit

Aku tertawa keras

“Sekarang kita teruskan ya … aku ingin kau keluar ya .. “ ujarnya sambil memelukku dan mendorongku bersandar pada sandaran sofa tanpa melepaskan penisku dari memeknya. Tina Talisa langsung menggoyang pantatnya diatasku. Goyangan erotis Tina kusambut dengan mengoyang pula, bunyi kecipak kedua alat kelamin itu membuatku ingin menyelesaikan ronde ini dan memuncratkan air maniku ke dalam lubangnya dan menghamilinya

“Semoga kau hamil Tina ..”

“Ya sayang … semoga anak kita seganteng kamu … “

Aku saling memeluk dan memacu dengan penuh gairah dan nafsu, goyangan naik turun tubuh seksi Tina Talisa di atas tubuhku semakin bergairah. Lama kami saling memacu.

Aku seakan merasakan desakan akan keluar, kupercepat sodokanku

“Kau mau keluar ya sayang ..”

“Iya … “

“Kita keluar bareng sayang .. aku juga nggak tahan ..”

Tina Talisa semakin mempercepat goyangannya. Kuremas buah dadanya dan kulumat bibirnya penuh nafsu ..

“Terus sayang .. terus ..”

Tak lama kemudian akupun mau keluar

“Iya ..sayang .. aku juga keeeluar…”

Tubuh Tina melengkung dan kuremas dengan gemas buah dadanya, penisku menembakkan maniku ke rahimnya dan saat itu Tina Talisa memuncratkan lahar asmaranya.

“Ahhhhh … nikmat sayang …” ujarnya ditengah orgasmenya

Penisku menghujam kedalam vaginanya, Tina memelukku erat kemudian melemas.

“Banyak juga manimu …sayang …. Semoga laki laki ..”

Kami terdiam lama saling memeluk di sofa.

Penisku sudah melemah menuntaskan isinya dan lepas dari vagina Tina.

Tina duduk di sampingku dan kupeluk dan kucium kepalanya.

“Apakah suamimu tak curiga Tina “

“Kau tak usah mikir dia sayang … yang penting kita rahasiakan saja ..”

“Aku boleh khan kapan kapan minta lagi ..”

Tina Talisa memandangku sayu ..

“Mana mau aku melepaskanmu …. Kau lelaki yang memuaskan aku ..sayang … jika waktu mengijinkan kita akan bercinta lagi … namun malam ini kita ndak bisa sayang ..”

“Kenapa ?”

“Suamiku pulang malam ini dan menjemputku di stasiun ..”

“Tina .. “

“Ya sayang ..”

“Aku jatuh cinta padamu … aku mengagumimu ..”

“Terima kasih kau mengatakannya sayang … “

“Sayang kau sudah milik orang lain ..”

Tina menutup bibirku dengan jari telunjuknya

“Tak usah kau katakan itu sayang … yang penting kau puas khan … terima kasih karena kau menyelamatkan aku .. dan kau berhak layak mendapatkan tubuhku … dan dalam hati kecilku aku juga ingin melakukan ini .. “

“ Kau mau berjanji Han ..”

“Soal apa Tina ..”

“Jangan kau bocorkan hubungan kita “

“Mana mungkin aku membocorkan Tina … aku sayang padamu ..”

Tina memeluku erat dan mencium keningku.

“Aku tertarik padamu sejak kau di lain tivi Tina .. aku suka kemolekan tubuhmu … kecantikanmu, kecerdasanmu … “

Kami melanjutkan percintaan kami di kamar villa itu, berbagai gaya kami lakukan sambil menonton film biru yang vulgar. Erangan demi erangan memenuhi kamar villa itu, kami mereguk kenikmatan sampai sore hari. Aku sendiri terbangun ketika hari sudah menggelap dan kudapatkan diriku hanya sendirian di kamar denga bertelanjang bulat. Ku dapatkan secarik kertas di meja samping ranjang. Tina berpesan tidak usah menunggunya karena tidak balik ke Villa dan kunci villa agar aku membawanya karena Tina mempunyai duplikatnya. Dibawah pesan itu ada cap bibir Tina dari lipstik.

Aku bangun dan menuju kamar mandi membersihkan diriku, ranjang telah berantakan dan bercak air mani kami membasahi seprei. Kami bermain sangat nikmat sore itu, Tina telah mereguk kepuasan berkali kali atasku. Dan aku pun cukup senang bisa menikmati tubuh molek Tina Talisa yang merupakan dambaan banyak lelaki.

Setelah mandi aku menuju dapur dan sudah disediakan makana n di dalam kulkas.

Ku sms dia mengucapkan terima kasih mau bercinta dengan diriku.

“sama-sama sayang … “ balasnya singkat

Aku pulang kerumah ketika jam sudah menunjukan pukul sembilan malam. Kuhempaskan tubuhku disofa. Kusetel tivi untuk menghibur badanku. TV one tidak ada Tina Talisa malam ini. Hmmm .. wajah cantik dan seksi itu akan selalu kunikmati.

Aku lalu membuka laptopku dan mengecek pembayaran jasa dari Alfan, namun aku terkejut karena aku mengecek saldo lebih banyak dari perjanjian dengan alfan. Kutelepon Alfan, Alfan menjawab bahwa memang sesuai kontrak kemaren. Aku hanya diam ketika Alfan menrengkan

“Jadi siapa yang transfer 5 jta ini ..”pikirku heran.

Belum selesai rasa heranku hapeku berbunyi, ternyata dari Tina Talisa

“Haloo sayang … “sapaku ramah

“Malam ganteng …”

“Malam juga cantik …” balasku tak kalah mesra

“Kau sudah cek rekening ?”

“Sialan .. kau yang transfer Tina ..”

“Anggap saja itu pemberianku ..sayang …”

“Akan kukirim balik ke rekeningmu Tina ..”

“jangan ..sayang … anggap itu pemberianku … tanpa diirimu mungkin aku sudah tak ada .. please … aku tidak membelimu ..sayang .. aku bukan tante girang .. “ ujarnya tak kalah ketus.

“Bukan uang yang kumau dirimu Tina … “ujarku tak kalah ketus

“Kalo itu .. kita akhiri saja yak kalo kau nggak mau terima…” ujarnya tak kalah galak

“Jangan begitu donk …”

“Han … aku puas akan dirimu … aku tak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih padamu atas pertolonganmu … lagian kau juga memuaskan hasratku yang terpendam .. jika berkeinginan melanjutkan hubungan kita .. terima saja uang itu dan gunakan bermanfaat ..”

Aku hanya diam ….

“Han .. “ Aku tak menjawab

“Halo .. halo ..”

“Ya Tina .. “ujarku pelan

“Kutunggu kau besok sabtu di villa yak .. “

“Kamu dimana sayang ..”

“Ini hendak mau pulang . diparkiran kantor menunggu suamiku ..”

“Okey .. jaga dirimu baik baik baik Tina ..cup cup cup …”

“Sama sama sayang .. jaga dirimu … aku suka penismu … “ ujarnya genit dan pelan

“Aku juga suka buah dadamu Tina … “

0 komentar:

Poskan Komentar