blog visitors

Sex dengan Mona Ratuliu dirumahnya

mona memekku sayang Aku akhir datang juga ke rumah Mona Ratuliu, ketika hari sudah menginjak malam, aku datang dengan tergopoh gopoh, rumah Mona Ratuliu lumayan besar sehingga memudahkan aku untuk menyelinap masuk ke rumah Mona Ratuliu. Entah kenapa malam itu ternyata suaminya molor pergi sehingga aku menjadi jengkel. Uh .. bagaimana ini, padahal aku sendiri sudah dijanjikan kalau malam ini aku bakalan bercinta dengan bebas bersama Mona Ratuliu. Aku menyelinap sampai masuk kamarnya ketika suami Mona Ratuliu sedang bercengkerama dengan anaknya. Entah kenapa ketika aku sudah sampai di dalam kamarnya, tiba tiba Mona Ratuliu masuk ke kamarnya mendapati aku yang tersenyum menyambut. Mona Ratuliu sampai kaget sehingga dadanya bergemuruh, namun keadaan dikuasainya dengan menutup bibir dengan jari tengahnya yang maksudnya agar aku diam. Mona Ratuliu kemudian mendekati aku dan langsung memelukku erat.
“Sabaaar … sayaang .. suamiku molor perginya, nanti pergi kok “ hibur Mona Ratuliu dengan menciumi bibirku kemudian, kami berpagutan sebentar, kurasakan bibirnya yang hangat dan manis itu, tanganku nemplok di pantatnya yang berisi itu.
“Uuuh .. sayaaang … kamuuu suka ngeremes bokongku yaaa ?” goda Mona Ratuliu dengan gemas
“Aku pengin ngontolin kamu, Mona … ratu mesumku .. “ kataku dengan jahil
“Ih .. amit amit kamu sebut aku ratu mesum .. enak aja .. “ sergah Mona Ratuliu dengan mencubitku.
“Fast sex lagi yuuk .. sebelum suamimu masuk kamar .. “ godaku semakin aktif merangsang Mona Ratuliu agar libidonya bangkit
“Jangan Haan .. jangan .. kita tunggu saja dia pergi .. nggak lama kok .. “ hibur Mona Ratuliu dengan menahan tanganku yang sudah berpindah nemplok ke dalam bajunya meremas buah dadanya yang montok itu.
“uuuh .. sayaang pleasee .. sabar duluu “ tahan Mona Ratuliu lagi ketika aku semakin agresif mengelus selakangannya itu, kami kemudian saling melumat penuh nafsu, Mona Ratuliu termakan rangsanganku.
“Sayaaang .. tahan dulu .. aku kunci pintu yaa “ tahan Mona Ratuliu yang semakin membasah di selakangannya, aku sudah agresif sampai membuat celana dalam Mona Ratuliu melorot dan vaginanya aku tusuk dengan jariku.
“Kamu di sini dulu .. sebentaaar .. yaa .. sabaaar “ ujar Mona Ratuliu tanpa mengindahkan aku yang sudah melepas celanaku sehingga cetakan batangku di celana dalam sampai membuat Mona Ratuliu tersenyum penuh mesum padaku, diberikannya aku senyuman mesranya yang nakal itu. Mona Ratuliu kemudian sampai ke ruang tengah, sedang anaknya sendiri ternyata sudah lenyap tidur, sedang suamina masih menonton tv sambil menguap sedikit sedikit, diambilnya obat tidur di lemari kecil, ketika suaminya tidak menyadari bahwa digelasnya langsung dicemplungi obat tidur.
Dengan bersikap mesra, Mona Ratuliu mengangkat gelas itu dan memberikan padanya.
“Minum dulu sayaang .. ntar aku tambahi deeh .. yang hangat “ tawar Mona Ratuliu dengan tersenyum. Ditenggaknya minuman teh itu kemudian diberikan pada Mona Ratuliu. Mona Ratuliu kemudian langsung pergi meninggalkannya suaminya, gelasnya langsung diletakkan di meja makan, kemudian masuk ke kamar lagi dan sangat kaget melihatku sudah telanjang bulat.
“Busyeet .. nyolong start yaa .. “ goda Mona Ratuliu dengan membuka bajunya satu persatu, kemudian celana pendek itu dilepaskan. Terlihat buah dadanya menggunung dengan montok dan kenyal. Mona Ratuliu maju ke depanku yang sudah tidak sabaran lagi. Aku langsung menarik tangannya lalu menindihnya. Mona Ratuliu masih menyisakan bra dan celana dalam itu.
Kami berdua terlibat saling melumat penuh nafsu, kami saling bermain lidah dengan penuh kenikmatan.
“Saaayaaaaaaaaaaang .. uuuh .. penuhin janjimu .. Mona .. aku pengin ngontolin kamuu lagi “ tahanku ketika Mona Ratuliu dengan gemas merogoh ke selakanganku yang di mana penisku ngaceng menggesek di belahan vaginanya itu.
“Hmmm .. kamu dah nggak sabaran ya sayaaang .. tenang sajaaa .. aku bersedia dikontolin sama kamu .. pleasee .. sebentar lagi mobil jemputan suamiku agar membawa pergi … tenang aja .. suamiku sudah kuberi obat tidur … “ ujar Mona Ratuliu dengan semakin gemas mengocok batangku dengan memaksa.
“Pleasee .. aku suka sama memekmu, Mona .. pleasee .. aku segera dimemekin donk .. “ ajakku semakin mesum kepada Mona Ratuliu yang kini menggulingkan aku
“Samaa .. aku pengin diewe lagi .. yuuk, puasin aku yaaa .. siapa yang mau duluan oral .. aku oral kontolmu atau kamu oral dulu memekku ?” tawar Mona Ratuliu dengan gemas masih memegang batangku itu.
Aku tidak menjawab, besaran buah dadanya benar benar membuatku lupa daratan, tanganku ke belakang punggungnya, kutarik kaitan bra itu sehingga terlihat
mona_ratuliu_142 “Oh sayaaaang .. kamu pengin minum susu ?” tanya Mona Ratuliu dengan gemas tangannya menelikung agar tali branya bisa terlepas, sehingga aku langsung menaikan cup bra, sehingga kemontokan buah dadanya benar benar menggairahkan bagiku, kukecup punting susunya itu membuat Mona Ratuliu langsung menekan ke belakang kepalaku
“Rasakan sayaaang , isep puntingku .. uuuh .. kamu nakal sayaaang .. isep pelan pelan duluu “ tahan Mona Ratuliu dengan melingkarkan kakinya, sehingga aku dijepit oleh kedua kakinya itu. Kemontokan buah dadanya semakin membuat untuk terus menyerang ke Mona Ratuliu itu. Mona Ratuliu sampai menggelinjang merasakan isapan serta remasan ke buah dadanya.
“Pelan ngisepnya sayaaaaaaaaaaaang .. pleaseeeeeeeeee .. teruus sayaang .. hhhmmm aku juga kangen tadi kamu ngontolin aku .. uuuh .. sayaaaaaaaaaang aaaaaaaaaah “ teriak Mona Ratuliu dengan penuh emosi karena sudah tidak tahan untuk disetubuhi.
“Oral memekku .. oral memekku .. “ tahan Mona Ratuliu ketika aku bermain dengan punting susunya bergantian, namun aku tetap melakukan isap demi isapan di punting dadanya sebelah kiri itu.
“Yang kanan ngiri .. iseep .. “ dorong Mona Ratuliu ketika kepalaku naik dan aku pun bermain dengan punting buah dadanya sebelah kanan. Mona Ratuliu sampai menengadah merasakaan isapan itu.
Puas mempermaikan buah dadanya, aku kemudian duduk di ranjang dengan menarik Mona Ratuliu agar mendudukiku, Mona Ratuliu langsung memelukku, memegang belakang kepalaku dan mengajak saling melumat, kami berpagut dengan penuh kerakusan. Desahan demi desahan, dengusan demi dengusan saling bersahutan di antara kami, peluh dan keringat semakin membasahi kamu, Mona Ratuliu kemudian bersimpuh dengan kedua lututnya, membuang branya, kemudian kutarik celana dalamnya itu. Alangkahnya indahnya vagina Mona Ratuliu ini.
“Memekmu indah sekali Mona .. nggak tahan aku setubuhin kamuuu .. pengin kontolku terjepit dalam memekmuu .. “ rayuku dengan mengelus vaginanya yang becek penuh dengan rambut kemaluan yang halus itu.
“Sama aaaaaaaaaaaah .. akuu juga sudah nggak tahan di ewee .. ewein aku dong .. jangan lama lama .. kita cuma sejam sayaaang .. aku harus bangunin suamiku “
“Bosan aku denger kamu bilang suami, suamimuu .. “
“Trus .. bilang apa ? Apa kamu pengin disebut suamiku ” tanya Mona Ratuliu dengan tersenyum mesra dan menopangkan kedua tangannya di pundakku
“Lha iya deeh .. aaakuu pengin disebut suamimu .. mau khan ?” ajakku dengan menusukan jariku membelah belahan vaginanya yang sempit itu
“Aaaaaaaaaaaaaauh.. nakal aaaaaaaaaah .. mosok memekku kamu tusuk “ jerit Mona Ratuliu dengan menepuk ke pundakku.
Mona Ratuliu tidak sabaran lagi diewe, segera langsung turun dan menggelesot kemudian langsung mengemut batangku dengan rakus, batangku langsung diemut dengan rakus dan kuat membuatku sampai mendengus merasakan sedotan demi sedotan itu, kurasakan dan kunikmati setiap kuluman Mona Ratuliu yang hangat di mulutnya itu, sampai sampai air liur Mona Ratuliu menetes ketika penisku keluar dari mulutnya, berulang ulang Mona Ratuliu gemas mempermainkan batangku sampai mengkilap, setelah dipuas dijilati batangku dengan pelan pelan.
“Kau hebat Monaaaa .. sampai membuatku ngos ngosan dengan oralmuu .. sini .. gantian kamu kuoral … nungging sana .. “ perintahku yang disambut berputarnya Mona Ratuliu lalu memberikan selakangannya untuk kuoral, Mona Ratuliu langsung berposisi 69 denganku
“Huuh .. kamu maunya deeh .. trim sayaaaaaaaang .. “
Kami terus saling mengoral, kusibakan belahan vagina yang basah itu dengan lidahku, Mona Ratuliu sampai menjerit kecil ketika aku dengan nakal menusuk lagi. Kuoral vaginanya dengan rakus membuat Mona Ratuliu sampai melenguh berhenti mengulum batangku itu.
“Sayaaang .. pleasee .. lebih cepetaaan .. sudaah setengah jaaam nich .. “ sergah Mona Ratuliu dengan mengerling nakal kepadaku, aku masih bermain dengan vaginanya serta meremas pantatnya yang gedhe itu. Kuakhiri dengan membelah vaginanya dengan lidahku, sehingga jeritan kecil sampai melengking membuat telingaku sakit.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ jeritnya kecil namun tinggi sekali frekwensinya.
Aku kemudian mendorong Mona Ratuliu ke samping, aku langsung menarik Mona Ratuliu ke luar ranjang.
“Jangan di sini, Monaaa .. yuk kita keluar dari kamar .. kita lakukan di pojok dekat dapur .. dari situ kita bisa melihat suamimu masuk kamar .. aku punya feeling .. suamimu akan masuk ke kamar ini … “
Mona Ratuliu memandangku.
“Bawa pakaianmuuu “ perintah Mona Ratuliu yang ternyata teliti sekali
kemudian langsung menarik tanganku menuju keluar dengan membuka kancing dan langsung membawaku keluar
“Ayoo sayaang .. aku sudah nggak tahan digenjot lagi .. pleasee .. “ ajak Mona Ratuliu dengan gemas menggandengku.
“Aku pengin kamu yang menggenjotku Monaku, sayaang .. istriku sayaaang .. “ kataku dengan meremas pantatnya ketika berjalan, kami mengitari sebuah ruangan kemudian naik ke tangga ruman tingkat itu, kemudian berada di balik meja, dari situ pandangan ke kamar Mona Ratuliu sangat jelas, namun dari kamar kecil itu, permainan cinta kami tidak akan kelihatan, kecuali jeritan kami yang pasti terdengar.
Sesampai di atas dan dibalik meja itu, Mona Ratuliu memberikan aku bantal kursi.
“Buat kamu dudukin sayaang .. biar ketika kamu nyodok ke atas ada pantulaan .. biar genjotamu mantap, aku suka kamu menggenjotku di toilet tadi .. “ ujar Mona Ratuliu dengan mesum kemudian langsung menduduki aku ketika belum sempat duduk.
“Uuh .. nggak sabaran yaaa “ tahannya di pantat Mona Ratuliu, kemudian aku meremas buah dadanya
“Kamu aaah .. penginnya minum susuku mulu sih .. “ rengek Mona Ratuliu dengan gemas menahan tanganku yang sudah meremas dengan lembut.
monaratuliu_a1024 Mona Ratuliu memegang batanngku dan diarahkan ke penisku, kedua kalinya batangku pengin masuk liang surgawinya itu. Mona Ratuliu menekan dengan paksa karena waktunya sempit sekali, belum lagi mobil jemputan akan datang sehingga mau tak mau Mona Ratuliu membangunkan suaminya.
“Mona aaaaaaaaaaah .. pelan donk “ sergahku tak tahan akan tekanan selakangan Mona Ratuliu itu.
Pelan pelan batangku melesak masuk membuatku menjerit kecil
“Tenaaang sayaaaaaaaaang .. Oh .. kamu mau disebut suami sayang ?” tanya Mona Ratuliu dengan menahan kepalaku yang hendak mengisap lagi punting yang sedikit membesar itu, puntingnya ngaceng menahan sensasi birahinya yang meletup.
“Asal kamu menjadi istri yang mesum akuu mau .. “
“Haaah .. tega teganya kamu bilang istrimu mesum .. trus aku bilang suamiku apa ya “ tanya Mona Ratuliu dengan tersenyum.
“Bilang aja suamimu yang nakal .. “
“Ogaah .. kurang seru .. aku bilang aja .. kontolku sayaaang yaa .. biar aku bisa bebas bicara kotor dan jorok .. ayoo suamiku .. kontolku sayaang .. “ ajak Mona Ratuliu dengan menekan lagi lebih kuat membuat batangku melesak dengan mantap membuat kami menjerit kecil
“Kamu benar benar binal, Monaaa .. “
“Iya .. kontol .. kontolku sayaang .. tenggelamkan kontolmu lebih dalam .. ayoo kontol .. kontolku .. teruus kontolkuu .. deseeek .. paksaaaaaaaa ..aaaaaaaaaaaauh ..aaaaaaaaaaah .. teruus Haan .. sayaang .. uuuh .. memekku kayak dibor .. tahaaan .. aaakuu naik duluu “ Mona Ratuliu menjerit kecil merasakan batangku melesak lebih separo. Aku pun merasakan batangku diperas oleh vagina Mona Ratuliu itu, terasa hangat sekali.
“Ayo memekku sayaaang “ ajakku lagi
“Uuuh .. nikmat sayaang .. janji yaa .. aakuu panggil kamu kontolku sayang, kamu manggil istrimu, memekku sayang .. mau ?” tawar Mona Ratuliu dengan gemas langsung melumat bibirku itu.
“Baik memekku, sayaang .. “ kataku dengan mengelus paha mulus berisi milik Mona Ratuliu itu.
“Iya kontol .. teruus kamuu desek ke atas .. uuuuuuuuuuuuuh ..sakit aaaaaaaaah “ lenguh Mona Ratuliu merasakan batangku tinggal sedikit lagi.
“Samaa .. memekkku .. aaaaaaaaaah .. uuuh “ lenguhku dengan mendongak merasakan santapan vagina Mona Ratuliu yang menelan batangku.
“Tahan kontol .. tahan kontolku sayaang .. rasakan goyangan memek tersayangmuu “ tahan Mona Ratuliu dengan menggoyang menggebor sehingga batangku menjadi ludes lebih dalam, tinggal sedikit lagi, dengan dinaikan pantat Mona Ratuliu kemudian menekan dengan kuat membuat batangku mentok disertai lenguhan kami
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuh “ lenguh kami dengan nafas ngos ngosan.
Mona Ratuliu langsung bergerak pelan pelan naik turun, genjotan demi genjotan itu sampai membuat batangku bak diparut, otot otot vaginanya benar benar meremas batangku.
“Kontolku, sayaang .. teruus .. uuuh aaaaaaaaaaaah .. ssssssshh .. rasanya aaaaaaah .. kau memang lebih tepat jadi suamikuuuu .. uuuh .. kontolku sayaaaaaaang .. mari aaah .. aayoo kita ..aaaaaaah .. “
“Monaa .. memekmuu aaah .. “ kataku tak tahan lagi. Mata Mona Ratuliu selalu mengawasi pintu tengah itu kalo dibuka dari luar sehingga bisa langsung membuat kami berhenti melenguh.
Genjotan demi genjotan, sedang aku bermain dengan punting buah dadanya, kusedot dengan kuat sampai membuat Mona Ratuliu menjerit kecil
“Minum susuku sayaang .. sedot lagi ..sedot lagi .. uuuh .. “ lenguh Mona Ratuliu merasakan mulutku yang mengemut punting susunya.
“Ayoo memekku sayaang .. genjot lebih cepaaaaaat “ ajakku sambil meremas pantatnya yang naik turun itu.
Mendadak pintu tengah terbuka
“Monaaa .. di mana sayaaang “ teriak Indra Brasco ketika sampai di ruang tengah, Mona Ratuliu langsung membekap mulutku yang hendak melenguh, Mona Ratuliu sampai menahan nafas
“Tenang kontolku sayaang .. biar dia lenyap duluu “ bisik Mona Ratuliu dengan matanya melirik ke bawah.
“Monaa .. mobilku mau dataang .. uuuh .. kemana nich istrikuu .. payaah .. ya daah .. aku mau mandi duluu “ teriak Indra Brasco menuju ke kamarnya dan kemudian lenyap masuk.
“Kontolku sayaang .. ayo jalan lagi .. “ ajak Mona Ratuliu dengan bergerak naik turun, kali ini gerakannya sangat cepat dan malah terkesan liar
“Oh memek liarku .. ooh aaaaaaaaauuh .. pelan Monaaa “
“Nggak cukup .. aaah sayaang .. kontolku sayaang ..waktu kita sempit .. dia mandi sering cepaat .. “ kata Mona Ratuliu dengan naik turun dengan menghujam, kurasakan batangku dijepit luar biasa. Kurasakan jepitan itu menghebat
“Aaaakuu aah nggak tahaan .. kontolku sayaaaaaaaang .. Oh kontol .. sayaaang .. teruus sodok aakuu .. sodok memekku .. “ ajak Mona Ratuliu dengan merangkul ke pundakku, matanya menatapku dengan sambil tersenyum, gerakannya semakin cepat dan kemudian merapatkan kakinya mendapatkan orgasme
“Remees susukuu .. remees susukuu aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah“ jerit Mona Ratuliu tak karuan. Kuremas buah dadanya ketika Mona Ratuliu mendapatkan orgasmenya. Badannya melengkung dengan membuat busur panah, kurasakan dari dalam vaginanya memancar cairan hangat membasahi batangku, kemudian meleleh keluar.
Mona Ratuliu kemudian berkelonjotan dan memelukku dengan nafas ngos ngosan, demikian pula denganku. Kubiarkan Mona Ratuliu menikmati orgasmenya itu. Kudiamkan sebentar. Mona Ratuliu kemudian melepaskan pelukanku yang mencakar itu, kemudian memagut bibirku setelah membuka mata
“Kontolku sayaang .. kamu harus sabar yaa .. memek tersayangmu .. mau mengantar bajingan itu pergi .. sebut dia dengan bajingan atau bangsat ?.. bosan aku dientotin dia .. nggak ada seninya, suka main tancap aja ..”
“Uuuh “ keluhku pada wanita yang haus seks dan tak terlampiaskan pada suaminya itu.
“Baik kontolku sayaang .. aku cabut yaa .. aku mau melepas si bajingan itu pergi .. sama anakku .. jadi malam ini merupakan malam terindah bagi kita .. jangan sembrono yaa .. bisa bubar malam ini .. okay ?” jawil Mona Ratuliu dihidungku.
Mona Ratuliu kemudian berusaha keras menarik batangku, aku merasakan kesakitan ditarik seperti itu, gesekan dinding vaginanya sampai membuat batangku terasa sakit.
“Aaaaaaaaaaaauh “ lenguhku ketika batangku lepas dengan membasah. Mona Ratuliu melumat bibirku sambil meremas batangku
“Tunggu kontolku sayaang .. memekmu tercinta pergi sebentar .. tunggu yaaa “ kata Mona Ratuliu dengan tersenyum mesra.
“Janji tetap di sini ?” tanya Mona Ratuliu menegaskan
“Janji deh “ kataku dengan meremas pantat Mona Ratuliu. Kubiarkan wanita itu keluar dari kamar dengan menyambar daster yang tergantung di lemari kamar itu. Mataku terkejut kalo Indra Brasco sudah keluar kamar dengan pakaian rapi. Melihat Mona Ratuliu muncul menjadi terkejut
“Ngapain kamu malam malam berkeringat . “ tanya Indra Brasco
“Senaam di atas laah .. badanku naik nich .. “ keluh Mona Ratuliu dengan mengusap dahinya.
“Turun berapa kilo ? Rajin amat kamu sekarang … semalam kamu fitnes di atas sampai dua jam “ sahut Indra Brasco dengan tersenyum kemudian menujue ke ruang depan, mobilnya sudah datang, sang anak justru malah bangun dan rapi duluan.
“Pergilah suamiku sayaang .. “ ucap Mona Ratuliu dengan mencium si kecil.

0 komentar:

Poskan Komentar