blog visitors

Seks sama Titi Dj

titi dj 1Kususuri jalan lorong menuju ke studio yang biasa dipakai para artis untuk latihan nyanyi, kuperhatikan banyak artis papan atas yang sering membuatku gatal untuk menyetubuhinya, terlebih artis yang sedang nyanyia adalah 3 Diva, Krisdayanti yang sering aku setubuhi bersama kakaknya Yuni Shara, kemudian Ruth Sahanaya dan yang paling membuat bergairah dan cepat ngaceng adalah Titi Dwijayati. Perempuan bertubuh sekal dan sangat montok ini sangat mengagirahkan, ketika aku berada di studio aku sebenarnya cuma mampir saja, ketika mereka bertiga latihan, tampak KD sedang ngobrol dengan Raul Lemos, kehadiran Raul membuat KD semakin jarang aku setubuhi, entahlah .. aku sebenarnya dah bosen sama KD, gaya mainnya itu itu saja, terkadang memang saling memburu birahi ketika kami bertemu secara rahasia, kami mengumbar syahwat kami tanpa henti penuh dengan kepuasan. Namun kini aku semakin melupakan KD, targetku kini Titi Dwijayati yang lebih seger dan berbibir tebal, aku memang pernah dikenalkan oleh KD soal Titi Dwijayati. Aku mengincar wanita ini sejak lama, aku suka tubuhnya yang montok habis, tapi aku tak menyangka ternyata Titi Dwijayati sendiri yang memancing mancing aku agar datang ke rumahnya, namun itu tak membuat aku langsung mau karena aku pengin mengendalikan wanita ini, aku sendiri langsung sibuk di ruang kerja studio yang terpisah, aku sendiri tak menyadari ketika aku berada di ruang kerja temanku itu, tiba tiba bahuku ditepuk seseorang dengan suara yang merdu
“Halo Han .. gimana kabarnya “ sapa wanita di belakangku, kontan aku menengok ke belakang, seorang bidadari sangat cantik dengan tubuh sangat montok, busungan dadanya sangat besar, belum lagi bentuk pahanya yang lebar dan besar, apakah aku kuat ditumpaki dengan memangku Titi Dwijayati ini ? entahlah, aku menyilakan wanita ini duduk
“Silakan duduk Mbak Titi “ ujarku sopan, Titi Dwijayati pun duduk di sampingku hanya berbeda sisi meja, cara duduknya juga sangat kurang ajar, memamerkan pahanya yang berisi dan mulus itu, belum lagi lirikan matanya yang terkadang membuatku berdesir tak karuan. Aku tersenyum kecut ternyata wanita ini justru malah mengambil inistiatif, dipandangnya aku yang melihat ke bukuku, namun aku kemudian memalingkan mukaku dan mataku tertumbuk mata lentik Titi Dwijayati yang bibirnya tersungging senyum. Kami akhirnya mengobrol dengan penuh canda karena Ruth Sahanaya masuk ke dalam, namun tak lama kemudian Ruth Sahanaya keluar lagi, kesempatan itu dan kusia siakan, aku menggeser kursi dengan dengan alasan tidak nyaman, duduk kami semakin dekat dan kursi itu pun juga tidak ada sandaran tangan. Aku memandang penuh ke tatapan ke Titi Dwijayati yang heran melihatku begitu perhatian
“kamu kok gitu, ada apa denganmu ?” tanya Titi Dwijayati dengan heran
“Mbak Titi cantik “ pujiku dengan tersenyum.
“Terus kalo cantik ngapain ?” tanyanya balik dengan tersenyum.
Aku membalas senyumannya dan kujawab dengan to the poin.
“Aku pengin tidur dengan Mbak Titi “ ucapku dengan nada kukecilkan, mendengar suaraku yang merangsek ke sanubarinya membuat Titi Dwijayati menjadi kaget dan melotot
“Aapaaaaaaa ?” sahut Titi Dwijayati dengan suara membesar dan kaget campur lalu berdiri, aku pun tak akan melepaskan buruanku ini, aku langsung saja memeluknya dengan berdiri, kontan Titi Dwijayati meronta, anehnya tidak berteriak, aku semakin nakal dan kalap, kupegang kepalanya dan kuarahkan bibrinya untuk kulumat, berhasil juga akhirnya melumat bibir tebal salah satu diva ini, ciuman bibirku juga tidak ditolak dan juga tidak diterima, bibirnya masih terkatup rapat walau sudah kena bibirku, tangan Titi Dwijayati masih berusaha melepaskan diri dari pelukan itu. Saking gemasnya aku sehingga aku semakin agresif memegang dadanya, kontan wanita ini langsung menolak dengan kuat, tangannya berusaha mencekal tanganku yang sudah berhasil meremas kebesaran buah dadanya yang montok itu, perlawanan demi perlawanan dilakukan, lebih anehnya tidak bersuara, bibirku kembali menciumi bibirnya, kutekan tubuhnya sampai merapat ke dinding.
Titi Dwijayati semakin terdesak, tanganku semakin agresif bermain dengan buah dadanya, kini Titi Dwijayati terpejam merasakan remasan tanganku di buah dadanya, apalagi Titi Dwijayati menggunakan rok pendek sehingga tangan kiriku semakin nakal mengelus elus pahanya yang mulus
“Han .. jangan aah .. aku takut “ ucap Titi Dwijayati ketika aku habis melumat bibirnya yang tak terbalas itu. Kontolku sudah ngaceng luar biasa, kutarik kedua tanganku, Titi Dwijayati memejamkan matanya karena entah takut atau pengin, aku langsung membuka celanaku dan kupamerkan kontolku yang besar itu, ketika mata Titi Dwijayati membuka langsung melotot besar
“Haaaaaaaaaaaaaaaaaah !” pekik Titi Dwijayati dengan kaget, matanya memandang ke kontolku yang besar itu, namun kemudian matanya menatapku
“Ayo Mbak Titi .. doyan kontol khan ?” ajakku dengan menarik tangannya itu, tangan Titi Dwijayati seolah menolak kuarahkan ke selakanganku, dengan kuat tangan itu menolak, namun lama lama tangan itu mengalah dan menyentuh kontolku dengan gemetar.
“Han .. tolong jangan lakukan .. tapi aaaah “ elak Titi Dwijayati ketika tangannya menjauh dari kontolku namun aku terkejut ketika tangan Titi Dwijayati kemudian menggenggam kontolku dengan gemas
“Tolong Han .. aaah .. benar kata KD .. penismu besaar .. tapi jangan lakukan di sini .. bahaya “ sahut Titi Dwijayati dengan wajah sendu menatapku, aku langsung mencekal tangan Titi Dwijayati, kulepaskan genggaman tangan itu
“Aku tak sabaran kontolku masuk memek Mbak Titi .. aku pengin melihat Mbak Titi tanpa busanaaa .. segera lepas pakaian Mbak Titi “ ajakku dengan mundur dan berbalik, kututup pintu ruangan itu. Titi Dwijayati sampai dadanya naik turun menahan nafasnya, aku kemudian berbalik lagi, kubuka celanaku sampai lepas, kemudian aku melepas bajuku, sehingga aku kini telanjang bulat.
Aku kemudian maju, Titi Dwijayati masih diam dengan penuh keraguan, aku sendiri yang membuka pakaian atas yang berupa kancingan itu, kulepas satu persatu, Titi Dwijayati hanya diam mematung tak percaya kalo aku begitu sangat agresif. Pelan pelan bajunya aku singkapkan. Wow . buah dadanya benar benar seperti dugaanku, besar, telapak tanganku tak akan bisa melingkarinya. Titi Dwijayati hanya bisa pasrah memandangku, aku memeluknya dan kemudian memberikan pagutan, kali ini Titi Dwijayati membalas pagutanku walau masih ragu dan takut bercinta di ruang kerja studio, aku terus merangsanganya sehingga Titi Dwijayati semakin terbakar, paguta Titi Dwijayati menggeliat dan meremas gemas kontolku dengan kuat.
“Sssssssssssssh sssssssssssshh hhh “ desis Titi Dwijayati ketika aku melepas pagutan dan lumatan itu, aku semakin tidak tahan, kupeluk dan tanganku menarik resluting roknya di belakang sehingga rok itu pun melorot ke bawah
titi dwijayati “Pahamu mulus luar biasa Mbak .. ayo deh Mbak .. enak kok kontolku “ sahutku dengan nakal menarik celana dalamnya yang setengah basah itu, wooooooow .. jembutnya lumayan lebat, kuelus memeknya itu sampai membuat Titi Dwijayati dadanya memburu. Rambutnya yang panjang itu aku sibakan, kemudian aku menarik bajunya ke belakang, tanpa menolak baju Titi Dwijayati pun tanggal dari tubuhnya, kulepas segera bra nya itu dengan berdegup kencang di dadaku, segera bra itu lepas dari dadanya, buah dadanya yang besar, walau melorot namun tetap saja sangat indah. Titi Dwijayati memandangku dengan menggeleng geleng, aku langsung saja menyusu pada punting buah Titi Dwijayati.
“Oh Haaan aaaaaaaaaaaah .. “ erang Titi Dwijayati dengan memegang kepalaku dan membenamkan lebih dalam di bongkahan buah dadanya itu, rupanya kini Titi Dwijayati menjadi larut dalam birahi, tangannya yang memegang kepalaku seolah tak mau lepas, lidahku menjilati jilati dadanya
“Teruuus Haaan .. teruus .. minum susuku “ ajak Titi Dwijayati semakin agresif tangan kirinya turun dan meremas kontolku
“Kontolmu besar sayaaaaaaaaang “ bisik Titi Dwijayati di telingaku, aku menjadi senang, kini aku tinggal sejengkal lagi bisa menyetubuhi salah satu diva ini. Kutarik mukaku dan berhadapan dengan Titi Dwijayati yang matanya sayu, tangannya masih memegang kontolku, dadaku kemudian didorong sehingga aku mundur pelan pelan, Titi Dwijayati kembali menyibakkan rambutnya, aku terbentur ke meja
“Kamu duduk di meja .. Mbak Titi pengin ngulum kontolmuu “ ujar Titi Dwijayati dengan datar tanpa ekpresi, aku pun menurut, aku naik ke meja dan kontolku menjulang tegak itu dipandangnya dengan seksama, jari jari tangannya tidak bisa melingkari kontolku
“Sekali saja ya Han .. kita sama sama keluar … habis itu kita lakukan di luar .. nggak aman di sini “ sahut d dengan menatapku, belum habis kesadaranku, Titi Dwijayati langsung saja membungkuk dan langsung menelan kontolku bulat bulat
“oh Mbaak aaaaaaaaaaaah enaaaaaaaaaaaaaaaaak “ erangku merasakan kuluman rakus Titi Dwijayati itu, ternyata gila seks juga, batangku diemut dengan paksa, sering kali disedot dengan kuat. Luar biasa bentuk buah dadanya itu, pengin aku menjepitkan kontolku di belahan buah dadanya itu, kulihat sejenak buah dada besar itu menggantung dengan sangat indah, kusibakan rambutnya yang mengganggu kuluman mulut dan bibir Titi Dwijayati di kontolku itu.
Sementara di luar KD dan Ruth Sahanaya masih berlatih vokal, terdengar suara lantunan lagu itu, namun lama lama lagu itu lenyap, suasana semakin hening, kuluman demi kuluma yang rakus dari bibir Titi Dwijayati semakin membuatku terbakar, aku meremas buah dadanya dengan kuat sampai membuat Titi Dwijayati menggelinjang tak karuan, rakus sekali Titi Dwijayati mengulum kontolku, kontolku keluar masuk mulutnya dengan lancar
“Teruus Mbaaak aaaaaah .. Mbak Titi benaar doyan kontol “ bisikku dengan membuka, kami berusaha menekan suara kami agar tidak keras keras. Kontolku menjadi basah sehingga ketika dikeluarkan dari mulut Titi Dwijayati terasa mengkilap. Nafas Titi Dwijayati megam megap karena menyedot dan menyepong kontolku itu.
Lidahnya kembali menjulur, kali ini menjilati kontolku dengan rakus, bibir tebalnya aku yang suka, aku memang menyukai bibir tebal, sehingga ketika aku melumatnya terasa beda sekali, lebih bertenaga dan sampai membuatku tercekat akan daya magnet bibir tebal itu.
Lidahnya menjulur ke bawah menjilati buah zakarku, aku bertahan dengan masih meremas buah dadanya yang besar itu, tubuh kami yang telanjang bulat semakin berkeringat dengan cepat, birahi menyatukan kami untuk mencapai puncak pendakian bersama sama. Habis puas menjilati kontolku, tangan Titi Dwijayati mengocok kontolku dengan gemas, kepalanya di naikan dan kini berhadapan denganku
“nanti malam kamu ke rumah ya Han .. setubuhi aku di sana saja .. risih aku main di sini “ sahut Titi Dwijayati dengan tersenyum
“Yakin Mbak ?” tanyaku memastikan, Titi Dwijayati memberikan senyuman manis lagi.
“Aku sudah lama pengin kamu Han .. kau sudah pake KD, pake sekalian si Utje .. “ goda Titi Dwijayati dengan gemas, tangannya mengocok kontolku dengan cepat dan kuat
“Aaaaaaaaaaaaaaauh Mbaaaaaaaak aaaaaaaaaah pelaaaaaaaa aaaaaaaaah “ erangku dengan meringgis dan mendongak ke atas, kurasakan kocokan tangan Titi Dwijayati yang bernafsu itu, pengin nanti malam aku menggarap Titi Dwijayati dengan segala kemampuan yang kumiliki, akan kubuat salah satu diva ini bertekuk lutut aku kontoli. Titi Dwijayati menghentikan koncokan pada kontolku, kemudian memelukku dan menghujani bibirku dengan bibir tebalnya itu, kunikmati pagutan mesra itu dengan penuh rasa, tangan Titi Dwijayati kembali tak henti hentinya memegang kontolku itu, remasan tangannya di kontolku terasa kuat, pagutan demi pagutan itu menjadi lumatan demi lumatan, kami berpelukan erat dengan posisiku duduk membungkuk ke depan, kurasakan bibir tebal itu menyedot kuat
titi dj 1 “Ssssssssssssssh sssssssssssshh hhh .. sudaaah Haan .. sudaah .. sekarang gantian aaku .. jangan lama lamaaa .. sebentar lagi aku harus latihan nyanyi lagi “ ajak Titi Dwijayati dengan nafas ngos ngosan. Kutatap buah dadanya yang besar itu sampai membuat Titi Dwijayati tergelak
“Lelaki semua sama .. suka susu besaar “ ejek Titi Dwijayati dengan menepuk pipiku.
Aku tersenyum dan kemudian turun dari meja, Titi Dwijayati kemudian hendak naik ke meja, kuremas pantat besar itu, Titi Dwijayati langsung menggoyangkan pantatnya itu
“Kamu suka sama bokongku, sayaaaaaaaaaaaang ?” tanya Titi Dwijayati dengan mengerling manja.
“Kusodomi kamu ntar “ ejekku
“Haaaaaaaaaah ? jangan aaah . make aja vaginaku, sayaaang .. ayo deh .. oral vaginaku segera “ ajak Titi Dwijayati dengan menepis tanganku yang nakal bermain dengan pantatnya itu. Setelah Titi Dwijayati naik ke meja, kedua pahanya dilebarkan, kusaksikan pemandangan luar biasa indahnya, belahan vaginanya yang basah itu sangat merangsangku, sehingga tanganku tak tahan untuk mengelus elus kemaluannya.
“Sebut kontol dan memek Mbak Titi sayaaang “ ajakku yang disambut senyum Titi Dwijayati itu.
“Kamu benar benar nakal dan jorok .. suka make istri orang buat kontolmu “ sudut Titi Dwijayati dengan tersenyum
“Termasuk memek Mbak Titit “ balasku tak mau kalah, Titi Dwijayati kemudian menjawil pipiku
“Segera oral dan kontoli memek Mbak Titi .. ayoo .. tunggu apalagi ?” pancing Titi Dwijayati yang agresif menekan ke kepalaku, sehingga aku langsung menjilati memeknya yang basah itu, Titi Dwijayati langsung mendongak ke atas, kemudian malah rebahan di meja, aku semakin terangsang, kemudian kujilati dan kudesak dengan lidahku, tanganku naik ke buah dadanya serta kuremas bongkahan besar itu, Titi Dwijayati memegang telapak tanganku dan membantu aku meremas buah dadanya
“Teruus Haaan ..a duuuh ,. enaaknya .. uuuh aaaaaaaaaauh sssssssssssssssh ssssssssssshh hhh “ desis Titi Dwijayati tak karuan, kepalanya sesekali kali naik namun kemudian turun lagi dan menggeleng geleng, matanya terpejam merasakan lidahku yang nakal memperlebar belahan memeknya itu. Tangan kiriku sendiri kuarahkan ke memeknya, kumasukan satu jari sampai membuat Titi Dwijayati langsung bangun mendapatkan colekan di vaginanya itu
“Duuh .. kamuu aaah nakaaaaaal lagi Haaan .. lagi “ ajak Titi Dwijayati yang semakin terbakar itu, kucolek lagi lubang memeknya yang sudah kulebarkan
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh .. duh eeeeeenaaaaaaak .. ssssssssssssssshhh “ desis Titi Dwijayati merasakan kenikmatan jariku merongrong memeknya itu. Geliat tubuh Titi Dwijayati semakin tak karuan ketika dengan nakal kusentil sentil klitorisnya itu, akibatnya geliat tubuh Titi Dwijayati semakin menggila, ingin montang manting, desisan demi desisan menjadi tak karuan.
(Sementara itu tenyata Ruth Sahanaya dan KD mengintip adegan kami di mana aku sedang mencumbu memek Titi Dwijayati itu, keduanya mengintip dengan membuka lubang yang biasa di pakai untuk memasukan barang barang ke ruang yang kami pakai itu, cukup lebar dan tidak jauh
“Kd .. luar bisa tuh penisnya “ celetuk Ruth Sahanaya dengan menepuk lengan KD
“Aku dah ngerasain kok .. tinggal kamu aja Ut .. “ celetuk KD yang membuat Ruth Sahanaya sampai melotot.
Ruth Sahanaya sampai melotot memandang KD yang cuek itu. Ruth Sahanaya menjadi bingung, tapi kakinya seolah terpantek di tempatnya mengintip itu.
“Kau harus menikmati, Uthe .. enak kok kontol dia “ bisik KD semakin membuat tidak tenang badan Ruth Sahanaya itu.
“Lihat Kris .. tuh kini Titi sedang kembali mengocok penis dia “ bisik lagi Ruth Sahanaya dengan menjulurkan lidahnya dan menjilati bibirnya
“Nah kamu kepingin yaaa .. nanti aku bilangi dia ya .. kamu minta dikontoli gitu “ goda KD membuat muka Ruth Sahanaya sampai memerah )
Setelah turun dari meja habis aku oral memek Titi Dwijayati itu, Titi Dwijayati kembali bermain dengan kontolku itu, Titi Dwijayati gemas melihat kontolku yang ngaceng besar itu, sampai bermenit menit mengulum kontolku lagi
“Hhhmmm .. kontolmu enak banget, sayaaang .. janji ntar malaam .. awas kalo nggak datang “ rajuk Titi Dwijayati dengan mengocok kembali kontolku
“Sudaah Mbak ..sudaah .. saatnya aku mencoblos memek Mbak Titi “ ajakku dengan menaikan badan Titi Dwijayati yang membungkuk itu, aku kemudian menarik kursi di belakangku, kugeser
“Nungging ya Mbak .. aku pengin menyaksikan keindahan pantat Mbak Titi . jangan lupa .. bilang Mbak Uthe .. minta dikontoli apa tidak “ sahutku yang membuat Ruth Sahanaya yang sedang mengintip itu menjadi merah padam.
Titi Dwijayati menaikan kaki kanannya, aku langsung mengarahkan kontolku dengan paksa mencoblos dari belakang, aku tidak tahu KD dan Ruth Sahanaya mengintip.
(“Luar biasa tuh kontolnya Kris .. rupanya mereka pengin seronde” bisik Ruth Sahanaya dengan pelan sekali
“Iyaaa .. aku sendiri sudah 7 kali dientotin sama dia .. malah kakakku Yuni juga sudah dipaki .. tenaganya besar .. kita keroyok aja ntar besok .. kuat kagak ?” ajak KD yang membuat Ruth Sahanaya sampai terpaku dengan mata melotot
“Gila tuh Titi .. masak mau dispermain “ keluh Ruth Sahanaya dengan kawatir )
“Haaan pelan aaaaaaaaaaaah .. kontolmuu besaaaaar taaaaaaauk aduuuuuuuuuh “ erang Titi Dwijayati tak karuan merasakan desakan kontolku yang mulai masuk itu
“Iyaaa aaku nggak tahaaan .. pengin spermaku muncraaaaaat “ sahutku dengan pelan.
“Tarik sayaang .. tarik . trus tekan lagi “ ajak Titi Dwijayati dengan mengerling nakal, kuremas buah dadanya membuat Titi Dwijayati jengkel
“Masukin kontolmu dulu .. mainin tetek Mbak Titi ntar ajaaa “ sungut Titi Dwijayati tak tahan itu
Kupaksan dengan kutarik dan kuhujamkan dengan paksa membuat Titi Dwijayati menjerit kuat
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ erangnya dengan lebih keras, Titi Dwijayati kemudian mengerling dengan ketakutan.
“Pelaan bego .. bisa ketahuan KD dan Uthe “ maki Titi Dwijayati dengan kesal itu, kutarik dan kutekan lagi sehingga batangku amblas dalam lubangnya yang becek itu, kurasakan jepitan itu sangat memeras kontolku.
Aku langsung menggenjotnya pelan pelan
titi dwi jayati “Auuuh Haaan .. enaaaknya ..aaaaaaaaaauh aaaaaaaaah aaaaaaaaaaauh teruus sayaaang aduuh ..sssssssssshh ssssssssshh …hhhh .. “ desis Titi Dwijayati dengan menggeleng geleng penuh kenikmatan, matanya menjadi memerah karena ketika menatap ke depan melihat KD dan Ruth Sahanaya mengintip, namun Titi Dwijayati tidak bereaksi malah menampakan sifat yang mengundang kedua temannya pengin menikmati juga, Titi Dwijayati tersenyum pada KD dan Ruth Sahanaya itu, Ruth Sahanaya sampai tak tahan menutup mukanya itu.
Genjotan demi genjotan kulakukan dengan cepat membuat tubuh Titi Dwijayati semakin menggelinjang dan tergoncang, kuremas buah dadanya dengan kuat, kurasakan Titi Dwijayati yang ikut tergoncang itu kini tidak lagi ragu berteriak
“Ayoo kontol .. ayoo kontoool “ erang Titi Dwijayati dengan semakin membuat bersemangat menyetubuhinya, pelan pelan aku pun merasakan gelombang orgasme semakin dekat, kulihat Titi Dwijayati sudah tidak tahan, dengan menungging itu, kedua tangannya memegang bibir meja dengan kuat
“Diiiikit aaaah … dikit laagii “ lenguh Titi Dwijayati dengan tak kuat lagi
Kurasakan memek Titi Dwijayati menyempit dengan cepat, kurasakan kontolku juga tidak tahan lagi, pelan pelan genjotan demi genjotan itu sampai membuat aku gemetar di kakiku, kuhujamkan dengan kuat dan cepat, sampai membuat Titi Dwijayati mendongak ke atas sangat indahnya
“Aaaaaaaaaaaaaaaah ..aaakuu aaaaaaah sampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaai “ erang Titi Dwijayati dengan menegang kaku, kuremas bukit kembarnya itu dengan kuat, Titi Dwijayati sudah mencapai puncaknya, dari memeknya mengucur cairan keras membasahi kontolku, aku kemudian berhenti, kutarik kontolku lalu kedua kaki Titi Dwijayati aku naik ke meja, Titi Dwijayati rebahan dengan pasrah, posisi tubuh Titi Dwijayati menyamping dengan pinggang kanan berada di meja, kubuka pahanya, aku kemudian kembali mencoblos memeknya
(“Gila tuh kontolnya .. gedhe bangeeeet “ puji Ruth Sahanaya tidak tahan melihat kontolku itu, KD hanya senyam senyum saja )
Kugenjot dengan cepat dan kuhujamkan dengan kuat membuat Titi Dwijayati semakin tergocang
“Sudaaaaah aaaaaaah sakit aaauuh … Haaaaaaaan “erang Titi Dwijayati tak karuan, genjotan demi genjotan itu membuatku mencapi puncak, kurasakan dadaku panas dan akhirnya penisku pun muncrat membasahi memek Titi Dwijayati
“Craaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaaaat”
Kusemburkan isi kontolku dalam dalam di memek Titi Dwijayati yang trekapar dengan tubuh lemas dan berkeringat itu, kurasakan aku lemas tak berdaya dan menindih Titi Dwijayati yang kepayahan kusodoki memeknya, kami diam sebentar.
Namun ketika aku membuka mataku, yang terlihat ke depan dua kepala, kulihat dengan jelas kepala KD dan Ruth Sahanaya itu.
“Rupanya mereka pengin .. kau yang belum Uthe .. ntar kukontoli kamu “ batinku dengan memejamkan mataku lagi lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar