blog visitors

4 Perempuan haus Sex

Add caption
Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil
sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,
"Hey.. kok.. melamun?" katanya.
Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang
wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.
"Eee.. Ditanya kko masih diam sih?" wanita itu bertanya lagi. Lalu aku
jawab,
"Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?"
"Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?"
"Kemana Tante?" tanyaku.
"Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?" karena aku dalam keadaan bingung
sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya.Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super
elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada
cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka
ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah
Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak
Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang
kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1
SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di
Jakarta.
Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang
pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama
berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu
ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante
ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang
akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu
sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,
"Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?" yang memang pada waktu
itu menunjukkan jam 10.30.
"Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai", kata Mbak Hanny.
Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan
Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi
Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan
yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku.
"Nah dewa sekarang tinggal kita berdua", katanya.
"Mrmangnya ada apa tuh Tante?" kataku heran.
"Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante
malu sama anak-anak," begitu timbalnya.
"Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante
malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama
laki-laki", sambil memeluk aku dan memohon,
"Yah sayang? Mau kan?" katanya lagi
"Ii.. Yaa, mau.. Tante?" jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku.
Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung
mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti
sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah
setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya.
Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya
semakin nafsu. "Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23
tahun saja yah?" gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya
yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan
sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas,
enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi
vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat
Tante menari-nari.
Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku
juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang
mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. "Ooohh.. terus.. Tante,
gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh.." desahku.
"Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di
vaginaku cinta," kata Tante Mey.
Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan
jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat
basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis
menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan
menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.
"Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?"
Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin
masuk ke lobang vagina kenikmatannya.
"Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?"
Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.
"Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet
masukin saja penis kamu cinta?" Tante Mey meringis memohon.
Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu
aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya.
Bblless.. Bleess.. Bblleess..
"Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?"
"Kenapa Tante?"
"Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?"
"Ooohh..?" jawabku.
"Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin
penis," katanya.
Selang beberapa menit,
"Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai
puas yah?"
"Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?"
Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis
lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess..
Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente
Mey menjerit.
"Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?" lalu aku mulai memasuk
keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey
mengerang dan mendesah.
"Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina
Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa..
Sayaanngg..?" ceracaunya.
"Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii..
Kaya vaginanya perawan?" timbalku.
Tiba-tiba, "Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?"
"Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?"
Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak
sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.
"Tante aku mau keluar nih..?" kataku, "Dimana nih keluarinnya..?"
"Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang
hangat..?"
Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..
"Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?" erangku.
Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang
sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan
mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny,
"Ada apa Mbak?" tanyaku.
Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya
menusuk-nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata,
"Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please.."
Dia mempertegas, "Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah
kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak
muasin vagina Mbak," sambil membimbing tangan kananku untuk
mengelus-elus vaginanya.
"Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat
membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku," jawabku vulgar.
"Kita entotannya dilantai karpet aja yah?" kata Mbak Hanny. Tapi masih
di kamar tersebut, "Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin
vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang," dia
mempertegas.
Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat,
mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora
sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya,
karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku
langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess..
"Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?" erangnya.
"Sakit Mbak?" tanyaku.
"Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?"
Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha
kami berdua beradu..?
"Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?" sambil aku menggoyangkan pinggulku,
terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan
sehigga benar-benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga
kenikmatannya.
"Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk..
sayyaanngg..?"
Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya
enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin
tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin
vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara.
"Iiihh.. Kakak lagi ngapain?" mendengar suara tersebut, aku terkejut.
Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot
sama kakaknya.
Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata,
"Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai
enak dan nikmat sekalii..?"
"Ii.. ittuu.. ada..?"
"Ada apa?" katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya
kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa
sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara,
"Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!"
Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama
sudah telanjang bulat. "Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?"
kata Mbak Hanny.
"Kak aku ingin ngerasain dientot yah?" tanya Shelly sama kakaknya.
"Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga
ngerasain penisnya Mas Dewa," timbal poppy.
"Iyah kan Kak?" tanya poppy pada Shelly.
"Iyah nih.. Gimana sih..?" timbal Shelly.
"Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?" terus mungkin sudah
terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil
semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya.
"Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot
vaginanya sama penis Dewa?"
"Sini jangan ribut.." kata Kakaknya lagi, "Tunggu kakak keluar, yah..
entar kamu juga bakal kebagian adikku manis" Tanya kakaknya.
"Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua
adikku ini sudah pada basah.. tuhh.."
Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak
dikejar-kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan.
"Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah
keluar Dewa..?" erangan Mbak Hanny.
"Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali"
Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai
membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku
dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku
habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak
tinggal diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang
seger-segernya seperti buah yang baru matang.
Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan.
Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat
kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi.
"Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?" tanyaku dengan penuh
kelembutan, perhatian dan kasih sayang.
"Mau sekali Kak..?" jawabnya.
"Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau
vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan
nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?" jawab polosnya.
Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga.
Bles.. Bless.. Bbleess..
"Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?" sambil dia mengedangah
ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas
sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah.
"Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?"
Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya
masuklah semuanya.
"Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?" katanya.
"Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?" tanyaku sambil aku mencoba
menggenjotnya.
"Enak.. sekali.. Kak Dewa.."
"Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?" lalu aku
kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott..
"Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh.." eranganya.
Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia
ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang
berlawanan supaya dia benar-benar menikmatinya, penisku tertekan lebih
dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementara aku belum
orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny.
"Sudah dong kak..?" kataku pada Mbak Hanny.
"Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama
penisku ini?" kataku lagi
"Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?" kata Poppy.
"Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama
penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?" katanya memohon agar
Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya.
Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke
vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat
vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang sudah
seger lagi.
"Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP
jadi lebih sempit dibanding kakak-kakaknya dan cengkramannya pun sangat
kuat sekali."
"Bleess.. Bless.. Bleess.."
"Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh.." Poppy menjerit lagi setiap aku mau
memasukkan lagi penisku.
"Sakit yah?" tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya.
"Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa..
Vagina poppy rasanya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan
berdenyut-denyut," katanya.
Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya.
"Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah.." ceracaunya.
Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya.
"Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha.. muasin vaginanya dik.. Poppy..
Yah.."
Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar dia berkata,
"Aku mau keluar nih?"
"Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah.."
Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan dan..
Crott.. Croott..
"Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..?" eranganya.
"Makasih.. Yah kak..?" sambil dia tersenyum.
"Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget sih."
"Aku mau keluar nih, dimana sayang?" tanyaku.
"Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin ngerasain.. Gimana di
siram air mani penis.."
Ccrroott.. Crroott.. Crott..
Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi
kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly.
Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak
SMP, anak SMU, mahasiswi dan Tante-Tante.
Tamat

0 komentar:

Poskan Komentar