blog visitors

Bercinta dengan Ibu Muda

Cerita Dewasa Cerita seks bersama seorang ibu muda yang tak terlupakan.
Berikut adalah kisah selengkapnya.
Awalnya ketika saya sehabis pulang menyewa dvd, saya disapa oleh dia, dan dia bertanya apa yang saya bawa. Saya jawab saya baru saja nyewa film dan dia bertanya pada saya mengenai film tersebut.
Saya jawab saja blue film.
Dia pertamanya mencela saya nyewa kok film begituan, saya
sama dia memang sudah akrab banget makanya saya berani bercandain
dia, lalu saya ajak dia nonton. Tidak disangka dia mau, katanya sih
dia belum pernah nonton film begituan. Saya mengira-ngira dia
berumur 26 tahunan, masa sih belum pernah nonton film bokep. Pendek
cerita nih…, saya bersama dia sedang nonton blue film yang baru saya sewa. Selama nonton, kami hanya diam dan serius. Setelah beberapa saat,
saya melepas kesepian dengan nanya dia, apakah selama kawin dengan
suaminya dia pernah melakukan anal seks. Dia bilang tidak pernah
meskipun dengan malu-malu. Saya bilang anal seks itu nikmat, masa
belum mencobanya? dia bilang orang-orang Indonesia tidak biasa
melakukan anal seks. Saya bilang ah tidak juga, saya bilang
cewek-cewek yang pernah saya setubuhi pertama-tama saya ciumi dulu
vaginanya, jelas saya tanpa aling-aling. Dia kaget banget mendengar
penjelasanku dan dia tidak percaya. Saya bilang sama dia apakah dia
mau? kalau mau bisa saya laksanain sekarang. Saya hampiri dia, tanpa
ragu saya langsung pegang pahanya dan saya berusaha membuka kedua
pahanya. Dia meronta-ronta dan bilang sama saya jangan ahh… dia
sekuat tenaga berusaha menutup pahanya. Saya duduk di depannya yang
duduk di kursi sedang saya duduk di lantai. Saya bilang tidak usah
malu-malu, sambil tanganku masuk ke dalam roknya. Saya elus-elus
pahanya yang mulus banget, tanganku masuk dalam banget ke dalam
roknya. Saya berusaha menelusupkan tanganku di antara kedua belah
pahanya, berhasil juga. Terus saya mencari belahan vaginanya. Terasa
oleh tanganku CD nilonnya, ternyata sudah basah.

Saya usap-usap belahan vaginanya walaupun masih dibungkus CD. Saya
lihat reaksinya, ternyata rapatan pahanya melonggar, saya terusin
gosok-gosok belahan vaginanya. Kadang-kadang dia malah merapatkan
pahanya erat-erat tapi kadang-kadang melonggar. Lama juga sih,
akhirnya saya buka pahanya lebar-lebar sehingga CD-nya kelihatan.
Tangan saya masukin ke dalam CD nilonnya, vaginanya yang hangat saya
elus-elus, saya sentuh clitorisnya. Kemudian ku tarik CD-nya hingga
lepas, saya lihat belahan vaginanya yang sangat indah berwarna
coklat kemerah-merahan. Tanganku sedikit menekan terus
menggosok-gosok vaginanya. Jari tanganku menyibakkan bibir
vaginanya, saya lihat lubang vaginanya. Saya jadi tidak tahan, maka
ku lumat vaginanya dengan lidah dan bibirku. Kepalaku tenggelam
dalam selangkangannya. Saya sentuh-sentuh clitorisnya dengan
lidahku. Terasa oleh lidahku vaginanya ternyata menghasilkan cairan
yang rasanya nikmat sekali. Saya lihat mukanya sedang merem-melek
merasakan vaginanya yang sedang di ‘makan’ saya.

Kemudian saya lepas celana dan CD-ku, penisku yang sudah sangat
tegang ingin sekali masuk pada lubang vaginanya. Saya kini mengatur
posisi di depan dia, saya berdiri di atas lututku. Saya arahkan
penisku tepat di lubang vaginanya. Saya tekan dan sedikit demi
sedikit melesak masuk kedalamnya. Vaginanya masih terasa sempit
sehingga pergerakan naik-turunku awalnya lambat tetapi sekitar lima
menit kemudian ku percepat pergerakanku. tidak tahu kenapa, saya
merasa sangat bernafsu menyetubuhinya, makanya saya terus percepat
gerakanku. Penisku rasanya bertambah besar, ku lihat ketika penisku
masuk vaginanya kelihatan kempot ke dalam tapi kalau saya sedang
menarik penisku keluar, maka ku lihat vaginanya seakan-akan mau ikut
keluar. Sekitar lima belas menit kemudian saya merasa mau keluar
makanya saya terusin genjotanku. Saya tahu dia sudah beberapa kali
keluar, tangannya ada di pantatku, sedangkan tanganku ada pada
pinggulnya. Saya tidak tahan lagi, maka saya keluar di dalam. Sperma
yang saya keluarkan banyak sekali, terbukti ketika saya cabut
penisku dari dalam vaginanya mengalir spermaku bercampur lendir
birahinya.

Dia hanya tersenyum saja, waktu ku tanya gimana rasanya. Dia
berbisik mau lagi. Saya bilang kalau mau lagi lebih baik pindah ke
kamarku. Dia mau dan saya setubuhi beberapa kali lagi, malahan dia
lebih agresif lagi, dia mau mengisap penisku. Sekitar empat jam kami
bertempur habis-habisan. Saya rasanya sangat loyo, tapi dia masih
saja segar.


Jika saja tidak takut suaminya balik, mungkin seharian saya
harus setubuhi ibu muda ini.

0 komentar:

Poskan Komentar